Selasa, 24 Oktober 2017

MUDAH ATAU SULITKAH Structural Equation Modeling (SEM) ????????

APA ITU structural equation modelling (SEM) ????


Teknik pengolahan data structural equation modelling (SEM) dengan metode confirmatory factor analysis (CFA) digunakan dalam penelitian ini. Menurut Maruyama (1998) dalam Wijaya (2009) menyebutkan SEM adalah sebuah model statistik yang memberikan perkiraan perhitungan dari kekuatan hubungan hipotesis dia antara variabel dalam sebuah model teoritis, baik secara langsung atau melalui variabel antara (intervening or mediating). Variabel-variabel teramati (indikatorindikator) menggambarkan satu variabel laten tertentu (latent dimension). Sebagai suatu metode pengujian yang menggabungkan faktor analisis, path analisis dan regresi, SEM lebih merupakan metode confirmatory dari pada exploratory, yang bertujuan mengevaluasi proposed dimensionality yang diajukan dan yang berasal dari penelitian sebelumnya dengan cara melihat dan menguji model hubungan dimensidimensi tersebut. Dengan pemahaman ini, SEM dapat digunakan sebagai alat untuk mengkonfirmasi pre-knowledge yang telah diperoleh sebelumnya (Hair, 2006).

Uji kecocokan model digunakan untuk menguji model hubungan antar dimensi atau variabel. Kriteria-kriteria yang diajukan oleh Hair et al. (2006) untuk digunakan dalam menguji kecocokan model antara lain:
a.    Rasio nilai chi-square dengan derajat kebebasan dari model (normed chi-square). Nilai rasio antara 1-3 dianggap nilai yang sesuai dan nilai lebih dari 5 dianggap poor fit of the model.
b.    Comparative Fit Index (CFI). Nilai CFI yang lebih dari 0.9 dianggap sebagai model yang sesuai.
c.     Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA). Nilai RMSEA 0.05 atau kurang adalah nilai kecocokan yang paling baik, nilai 0.08 atau kurang adalah nilai yang bisa diterima, sedangkan nilai lebih dari 0.1 dianggap tidak ada kecocokan model.
d.    Digunakan untuk menghitung proporsi tertimbang dari varians dalam matriks kovarians sampel yang dijelaskan oleh matriks kovarians populasi yang terestimasikan. Indeks ini mencerminkan tingkat kesesuaian model secara keseluruhan yang dihitung dari residual kuadrat model yang diprediksi dibandingkan dengan data yang sebenarnya (Wijaya, 2009). Goodness of Fit Index (GFI). Model bisa dikategorikan good fit apabila memiliki nilai GFI mendekati 1.
e.     Pengujian Reliabilitas dan Validitas. Reliabilitas model pengukuran dapat diuji dengan perhitungan construct reliability dan variance extracted. Jika variabel memiliki contruct reliability >0.60 dan variance extracted >0.50.
Istilah model persamaan struktural dikenal juga dengan nama LISREL (LInear Structural RELationships) adalah paket program statistik untuk SEM, yang pertama kali diperkenalkan oleh Karl Joreskog pada tahun 1970 dalam suatu pertemuan ilmiah. Istilah lain untuk SEM sering kali disebut juga analisis faktor konfirmatori (confimatory factor analysis), model struktur kovarians (covariance structure models) dan model variabel laten (laten variable modelling).

Sulit atau Mudah, yuk... Konsultasikan dengan Riau Statistik. Khusus Pekanbaru Sekitar hubungi : 0821 71 505 505. 

Admin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IKLAN

Karya Buku Pribadi

Karya Buku Pribadi

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Garansi Pengerjaan

Garansi Pengerjaan
2014 © Riau Statistik - Olah Data dan Konsultasi Statisik di Pekanbaru - Published By Dio
Konsultan by Praktisi Statistik